Kamis, 28 Maret 2013

TUGAS ETIKA & PROFESIONALISME TSI


Cari tentang paham :
- Faham Kebahagiaan (Hedonisme)
Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia.


- Paham Eudaemonisme
Paham ini menitikberatkan kepada kebahagian diri sendiri maupun kebahagiaan orang lain. Paham ini diperkenalkan oleh Aristoteles yang berpendapat bahwa untuk mencapai suatu kebahagiaan
(1) kesehatan, kebebasan, kemerdekaan, kekayaan dan kekuasaan
(2) kemauaan
(3) perbuatan baik
(4) pengetahuan batiniah

Menurut Aliran Idealisme
Menurut Emanuel Kant idealisme merupakan faktor penting dari terwujudkan faktor-faktor nyata. Idealisme berasal dari kata ide yang berarti gagasan. Aliran ini sangat mementingkan eksistensi akal pikiran manusia sebab pikiran manusialah yang menjadi sumber ide, sehingga tercetuslah ungkapan “segala yang ada hanyalah yang tiada”. Maksud dari ungkapan ini adalah yang ada hanyalah berupa tiruan dari pikiran yang ada dalam otak manusia, sebaik apapun tiruannya tidak sebaik ide.


- Aliran Pragmatisme
Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Dengan demikian, bukan kebenaran objektif dari pengetahuan yang penting melainkan bagaimana kegunaan praktis dari pengetahuan kepada individu-individu.

Dasar dari pragmatisme adalah logika pengamatan, di mana apa yang ditampilkan pada manusia dalam dunia nyata merupakan fakta-fakta individual, konkret, dan terpisah satu sama lain. Dunia ditampilkan apa adanya dan perbedaan diterima begitu saja. Representasi realitas yang muncul di pikiran manusia selalu bersifat pribadi dan bukan merupakan fakta-fakta umum. Idemenjadi benar ketika memiliki fungsi pelayanan dan kegunaan. Dengan demikian, filsafat pragmatisme tidak mau direpotkan dengan pertanyaan-pertanyaan seputar kebenaran, terlebih yang bersifat metafisik, sebagaimana yang dilakukan oleh kebanyakan filsafat Barat di dalam sejarah.


- Aliran Positivisme
Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam ‘pencapaian kebenaran’-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi.


- Aliran Naturalisme
Naturalisme berasal dari kata “nature.” Kadang mendefinisikan “nature” hanya dalam makna dunia material saja, sesuatu selain fisik secara otomatis menjadi “supranatural.” Tetapi dalam realita, alam terdiri dari alam material dan alam spiritual, masing-masing dengan hukumnya sendiri. Era Pencerahan, misalnya, memahami alam bukan sebagai keberadaan benda-benda fisik tetapi sebagai asal dan fondasi kebenaran. Ia tidak memperlawankan material dengan spiritual, istilah itu mencakup bukan hanya alam fisik tetapi juga alam intelektual dan moral.


- Aliran Vitalisme
Vitalisme adalah suatu doktrin yang mengatakan bahwa suatu kehidupan terletak di luar dunia materi dan karenanya kedua konsep ini, kehidupan dan materi, tidak bisa saling mengintervensi. Dimana doktrin ini menghadirkan suatu konsep energi, elan vital, yang menyokong suatu kehidupan dan energi ini bisa disamakan dengan keberadaan suatu jiwa.

Dan dapat dijabarkan pula bahwa Aliran ini merupakan bantahan terhadap aliran natiralisme sebab menurut faham vitalisme yang menjadi ukuran baik dan buruk itu bukan alam tetapi “vitae” atau hidup (yang sangat diperlukan untuk hidup). Aliran ini terdiri dari dua kelompok yaitu :
(1) vitalisme pessimistis (negative vitalistis)
(2) vitalisme optimistime.


- Aliran Idealisme
Idealisme berasal dari kata ide yang artinya adalah dunia di dalam jiwa (Plato), jadi pandangan ini lebih menekankan hal-hal bersifat ide, dan merendahkan hal-hal yang materi dan fisik. Realitas sendiri dijelaskan dengan gejala-gejala psikis, roh, pikiran, diri, pikiran mutlak, bukan berkenaan dengan materi. Idealime adalah sebuah istilah yang digunakan pertama kali dalam dunia filsafat oleh Leibniz pada awal abad 18. ia menerapkan istilah ini pada pemikiran Plato, seraya memperlawankan dengan materialisme Epikuros. Istilah Idealisme adalah aliran filsafat yang memandang yang mental dan ideasional sebagai kunci ke hakikat realitas. Dari abad 17 sampai permulaan abad 20 istilah ini banyak dipakai dalam pengklarifikasian filsafat.


- Aliran Eksistensialisme
 Eksistensialisme merupakan suatu aliran dalam ilmu filsafat yang menekankan pada manusia, dimana manusia dipandang sebagai suatu mahluk yang harus bereksistensi, mengkaji cara manusia berada di dunia dengan kesadaran. Jadi dapat dikatakan pusat renungan eksistensialisme adalah manusia konkret.
Ada beberapa ciri eksistensialisme, yaitu, selalu melihat cara manusia berada, eksistensi diartikan secara dinamis sehingga ada unsur berbuat dan menjadi, manusia dipandang sebagai suatu realitas yang terbuka dan belum selesai, dan berdasarkan pengalaman yang konkret.


- Aliran Marxisme
Marxsime merupakan aliran pemikiran yang turun daripada pemikiran Karl Marx. Marxisme adalah berhubung rapat dengan manifestasinya iaitu komunisme. Marx menyusun sebuah teori besar yang berkaitan dengan sistem ekonomi, sistem sosial dan sistem politik. Pada dasarnya, golongan marxisme menganggap bahawa secara objektif, masyarakat manusia adalah suatu masyarakat yang terdiri daripada golongan menindas dan golongan ditindas. Ketidakadilan ini menurut marxisme adalah berakar pada sistem sosial manusia sendiri secara obejektif, dan bukan disebabkan oleh faktor subjektif sperti moral dan budaya.


- Aliran Komunisme

Komunisme adalah sebuah aliran berpikir berlandaskan kepada ateisme yg menjadikan materi sebagai asas segala-galanya. Komunisme menafsirkan sejarah berdasarkan pertarungan kelas dan faktor ekonomi. Aliran ini lahir di Jerman di bawah asuhan Marx dan Engels kemudian menjelma dalam bentuk revolusi Bolsheviks di Rusia pada tahun 1917 M dgn planing dari Yahudi. Komunisme berkembang karena penganutnya melakukan ekspansi dgn tangan besi dan kekerasan.


****************************************************************************************************
Pengertian profesi dan profesionalisme :

- Profesi adalah suatu pekerjaan yang dikerjakan sebagai sarana untuk mencari nafkah hidup sekaligus sebagai sarana untuk mengabdi kepada kepentingan orang lain (orang banyak) yang harus diiringi pula dengan keahlian, ketrampilan, profesionalisme, dan tanggung jawab.

- Profesionalisme adalah komitmen para profesional terhadap profesinya. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan kebanggaan dirinya sebagai tenaga profesional, usaha terus menerus untuk mengembangkan kemampuan professional.


CIRI-CIRI PROFESI :
Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :
  1. Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun. 
  2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi. 
  3. Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat. 
  4. Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus. 
  5. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi. 

CIRI-CIRI PROFESIONALISME :
  1. Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi. 
  2. Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan. 
  3. Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya. 
  4. Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya.


Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Hedonisme
http://mputmputrii.blogspot.com/2012/03/cara-penilaian-baik-dan-buruk.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Pragmatisme
http://riladody.blogspot.com/2011/02/etika-tugas-1.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Vitalisme
http://id.wikipedia.org/wiki/Idealisme
http://meg.anggit.com/blog/post/88/aliran-eksistensialisme.html
http://ms.wikipedia.org/wiki/Marxisme
http://blog.re.or.id/komunisme.htm
http://carapedia.com/pengertian_definisi_profesi_info2177.html
http://sadiyahpurnomosaid.wordpress.com/2011/05/07/tugas-etika-profesi/
http://rynfrdn.wordpress.com/2011/05/15/pengertian-profesi-dan-profesionalisme/